Sabtu, 27 Juni 2009

Important Update: Plano 2005 Journey

Important Update: Plano 2005 Journey

Salam, bhubung sudah habis sidang pembahasan n sudah lama vakum bahas ttg buku angkatan
mari kita refreshing sejenak dengan memikirkan keberlanjutan project ini. 
Untuk langkah strategis yg mungkin bisa dilakukan untuk menyelamtkan project ini diantaranya:
1. Hire tenaga atau bentuk panitia kecil
2. Mulai mengkonsep kembali buku kita
3. Mempersiapkan data yg sangat potensial untuk substansi buku dan bisa 
  didaptakan/dibuat dalam waktu dekat ini

Tenaga yg dibutuhkan:
1. Konseptor/tim kreatif: 3-5 org
2. Editor : 3 0rg
3. Seksi Ribet (Keuangan,Percetakan dll): 2 0rg
4. Semua orang yang bisa meluangkan waktu dan menyumbangkan tenaga : banyak org

Substansi :
1. Foto dan Biodata (dalam format lbh kratif)
2. Cerita ttg 2005 (yg diblog tolong ditambahi n diupdate)
3. Apa kata mereka ttg 2005 (kalo bisa)...harus bisa lah!!!
4. Foto Bersama (kalo bisa)...harus bisa lah!!!

Hal yg dibutuhkan :
1. 2 foto pose bebas 1 foto pose formal dalam bntuk digital (file) tiap kepala
2. Foto bersama terbaru 
3. Foto-foto jaman pengkaderan, jaman camp jaman jaman jadi maba, foto2 kegiatan bsama lainnya
4. Biodata tiap kepala dgn commnet dari rekan lainnya
5. Pendapat Dosen, Karyawan, Angkatan 2003,2004,2006,2007 ttg 2005
6. ....saran dan masukan yang membangun untuk buku kita....
7. ....tindakan dan bantuan konkrit untuk keberhasilan buku kita....

Atas perhatian dan tindakannya, Terimakasih

plano2005journey admin: Radit

NB: update dapat dilihat di milist plano2005 atau plano2005journey.blogspot.com

Sabtu, 25 April 2009

KOK SEPI ???

.....kok sepi y blognya....pa lg sibuk kerjain TA semua y.......

Minggu, 15 Maret 2009

Kado Istimewa untuk HMPL

Kado Istimewa untuk HMPL

Oleh: Arif Syaifudin

Kado, identik sebagai bentuk rasa syukur yang diberikan seseorang kepada orang yang dicintainya. Bukan sekedar hanya memberi. Tentu ada yang istemewa. Begitu pula ada yang istemewa pada tanggal 13 Maret 2009 ini. Ya. Tepat telah genap berusia lima tahun HMPL. Atas perjuangan keras para pendahulu kita -PL 01- sehingga lahir HMPL di jajaran ormawa ITS.

Menilik sejarah pertumbuhan hidup manusia, usia empat tahun baru menginjak masa merangkak, masih cengeng dan selalu merepotkan kedua orang tua. Tidak dengan HMPL. Sebuah langkah fenomenal telah mampu ditunjukkannya, sebagai eksistensi dan jati diri yang turut menghantarkan dinamisasi dan masifitas ormawa ITS. HMPL telah mampu membuat gebrakan, breaking the wall, yang ditunjukkannya berakar dari pemahamannya akan keterbatasan yang dimilikinya kemudian mendobraknya dengan keyakinan bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang mustahil. Usia bukan merupakan sangkar yang selalu menghalangi burung untuk terbang. Bukan pula tembok tinggi dan tebal yang sulit kita melaluinya.

Pergantian siang dan malam selalu setia menemani jalan panjang HMPL. Goresan-goresan peristiwa menyatu padu membantuk ukiran sejarah HMPL. HMJ yang notabene eksekutif jurusan merupakan wadah aspiratif dan koordinatif mahasiswa jurusan (Mubes 3. red). Mengacu Anggaran Dasar HMPL, tujuan luhur dibentuknya HMPL sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa yang aspiratif, partisipatif, dan demokratis dengan menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia. Kalau boleh menyimpulkan, HMPL merupakan wadah perserikatan, pertautan hati, dan persaudaraan diantara kita semua.

HMPL adalah jembatan diantara cita-cita yang menjulang dan kemampuan yang kita miliki. Kemampuan yang kita miliki merupakan realitas-realitas yang berakar pada cara kita berpikir. Pikiran adalah cermin besar yang memantulkan seluruh potret realitas kita secara apa adanya. Pikiran adalah space of possibility, dan realitas adalah space of action. Disinilah letak kebersamaan kita. Bagaimana kita meramu kemampuan masing-masing dari kita untuk mencapai tujuan besar HMPL. Dari sebuah kebersamaan akan lahir perubahan.

Sabtu, 14 Maret 2009

hope somebody will remember me...

Last time i see...
nak2 angktan qta mang puinter-pinter....
(g prlu saia sebut atu2 itu)
but sadly, saia g tmasuk yg puinter-pinter itu tadi...

tmen2 lain asik2 camp th '05,
saia lagi jagain warnet di jl kenjeran... (sadly but truly)
tmen2 lain mikirin matkul ini-itu,
saia mikirin target jual yg blom kelar... (ntar dimarahin boss)
tmen2 lain ngurusin acara hima + photo2 di sini-situ,
saia mlah lobying-closing smbil maen dota n golkar(golongan karaoke).... (ntar g dapet klien)
tmen2 lain menang lomba ini-itu...
saia mlah gak tau klo lomba itu pnah ada...
tmen2 lain pada garap STA...
saia ini baru garap SKP...

smakin saia ingin "sama" sprti tmen2,
smakin jauh rasanya tuk bisa "sama" tadi...
coz I'm (waa...y) left behind.....
SMAKIN KUKEJAR SMAKIN KAU JAUH

duh Gusti Pangeran, duniaku bgitu bbeda
mkanya mostly saia mrasa gak kompatibel sama kuliah slama iniy...
sring juga ngrasa g kmpatibel ma tmen2 2005, maapin ya...

maap klo tmen2 ampe da yg malez sm saia...
(yah.... skelompok ma yusqi, malezz aq.....)
saia sadari klo saia sngat trbatas,
trbtas materi, trbtas kmpuan studi, trbtas ini-itu, dll
moga tmen2 bisa memahami...

to be honest...
slah satu pnyesalan tbesar in my life definitely is...
"not attending ospek th '05 with u guys"...
huh... nyesel abiess.... (damn, it still come on my nightmare)
but my life must go on...

moga msih da yg inget arek aneh yg satu ini...
-Muhammad yusqi el fahmi-

Jumat, 13 Maret 2009

Peraturan Baru Untuk Pe Mosting

Tolong cantumkan nama penulis

Sebarkan blog ini ke teman2 2005

Jadi anggota di Blog ini

Sering koment buat perbaikan n motivasi artikel lainnya

Minggu, 08 Maret 2009

SUKA & DUKA di PLANO 2005

Pertama kali aku berada di lingkungan baru yang bernama Planologi 2005, aku merasakan sesuatu yang serba asing, kecuali 1 orang teman antar jemputku, Putri namanya. Dunia rasanya sempit saat aku menemukan temanku itu berada dihadapanku dan menyapaku. "Huaaahhh...Nggak ada yang lain apa?koq ketemu dia lagi?" Bagaimana tidak?kami teman satu antar jemput sewaktu SMA. Selain Putri, Shinta adalah sosok aneh yang membuatku Gubraakkk...Dari luar tampang kota, tetapi ternyata aslinya...JENGKI!suroboyo bangettt...medhoknya tak terkalahkan. Hehehehe...

Lingkungan baru membuatku khawatir, apakah aku dapat beradaptasi?Itulah pertanyaan besar sewaktu aku memulai perjalanan hidupku di Planologi. Hari-hari planning days and camp kulalui dengan jiwa melankolis. Hehehehe...Camp yang tak terlupakan saat Komting Bonie jadi korban pengikutnya dengan menyematkan kerudung coklat I’in yang dalam sekejap berubah menjadi slayer di tangan pesulap-pesulap ”PLANO’05”. Aku sampai dijuluki angkatan 2003 sebagai ”Drama Queen” dalam camp itu. Itu pengalaman yang membuatku kesal!
Kalau diingat, masih banyak hal lagi yang membuat aku sakit hati, marah, dan kesal dengan teman-temanku, terutama saat kerja kelompok studio dan saat nggak kebagian kelompok. Studio yang membuatku tersadar dan mengidentifikasi karakter Nuky Pimpro Stuperkot, merina, rosa, beli-beli BALI, Lia, Slash, Aufin, dan teman-temanku yang lain. Studio bersama kalian membuatku mengerti arti perjuangan dan perbedaan (terutama saat harus hadir demi melihat presentasi stuperkot-hasil kerja keras dengan penuh perdebatan yang alot bersama Mas Panji v.s. Nuky- saat itu juga wajahku ini digerus oleh panasnya aspal Pandugo, main jumping dengan merina, ke PUSURA ditemani lagunya Once seharian penuh!!!!Hooohhh Lagu itu membuatku muak). Susahnya mencari data di saat panas matahari terik dan bulan puasa di Kenjeran dan Segiempat Tunjungan membuat aku merasakan kebersamaan yang laksana embun penyegar dahaga dalam kekeringan.
Planologi 2005 menjadi bagian dari hidupku dalam empat tahun ini. Mereka mempunyai hal-hal yang unik dan membuat hidupku lebih berwarna. Pi’i yang gelap tapi gayanya selangit, Farry dengan gaya Don Juannya, Dja yang bulu matanya lentik 270o , Asih dengan gaya kekanak-kanakannya dan mata yang selalu berkaca-kaca seperti Shin Chan saat melihat/mendengar kata Durian, Putri dengan gaya maminya yang membuat Pak Heru terpesona, Merina dengan segala kekacauan dan kehebohan yang selalu ada jika bersamanya, Rosa dengan tenaga kudanya (Heheheehe...peace), Harto Sang Penghibur di kala lara, Ichsan ’Antum’ yang tidak pernah marah walaupun namanya sudah diubah anak-anak sejak planning days (Maafkan Kami ya...), Rika dengan nada bicaranya yang selalu tinggi dan berapi-api, Arif yang selalu aktif bicara sedikit bertindak (peace ^-^), Dian, Erfina, I’in (Fans berat Pak Heru) trio Gresik, dan semua temanku yang tidak dapat kusebutkan satu persatu. Kalian begitu berharga bagiku. Terimakasih atas kenangan manis yang telah kalian torehkan dalam hidupku. Semoga cerita ini akan terus berlanjut sampai maut memisahkan...Cieeeeee.....

Huks2...I love you All!!!!


Sabtu, 07 Maret 2009

PENGKADERAN “PLANNING DAYS AND CAMP 05”... SALAH SATU HAL YANG SANGAT BERARTI SELAMA 4 TAHUN INI

Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) atau lebih dikenal dengan OSPEK menjadi sebuah titik awal dari perjalanan panjang kami. Pada hari senin, ketika akan mengikuti acara-acara di gugus-gugus yang telah ditetapkan. Pada Hari rabu tetap dalam rangkaian yang sama yaitu OMB, kami berkumpul kembali di sebuah ruangan di Arsitek dan mendapatkan pengenalan dan pewacanaan dunia perkuliahan di PWK-ITS. Hal yang aneh pada saat itu menurut saya adalah Lho knapa anak-anak ok kelihatannya sibuk sekali mengerjakan sesuatu dengan bebrapa helai kertas, penggaris dan spidol??? Ternyata usut punya usut ada sebuah penugasan dari senior, berhubung tidak tahu adanya tugas tersebut, tanpa pikir panjang saya pun ikut – ikutan mengerjakannya tanpa bertanya apa tujuan penugsan itu. Tidak lama setelah bebrapa dosen menyampaikan dan senior menyampaikan materinya, tiba-tiba muncul kakak-kakak berjaket hitam yang kemarin waktu psikotes datang untuk memilih komting dan membacakan perlengkapan-perlengkapan yang harus dibawa pada hari kamis besok. Lho..lho apa-apaan ini kok banyak banget perlengkapannya, pikir saya. Kemudian datang lagi sekitar 10 orang dengan jaket coklat disesi berbeda. Dengan gaya senior mereka menyakan kesiapan kami untuk mengikuti OMB di PWK yang mereka sebut PLANNING DAYS AND CAMP. Berhubung sebagian besar dari kami menyatakan siap dan bersedia mengikutu acara mereka...y...y... aku ngikut saja lah. (dasar jiwa-jiwa mbebek bisanya ngikut aja). Dengan modal jiwa mbebek saya pun ikut acara tersebut (saya rasa sebagian besar teman-teman 05 dulu juga mbebek kan???). Membuat keplek, menggaris ulang buku, ACC keplek, acc buku macam-macam lah pokoknya....sangt menyibukkan kami di rabu malam sampai kamis pagi.....

PERTEMUAN PERTAMA YANG SINGKAT DAN TAK MEMBERIKAN BANYAK ARTI

Masih terbesit dalam ingatan, ketika kita pertama kali masuk di PWK-ITS tepatnya pada hari sabtu tanggal Agustus 2005 seluruh kita mahasiswa PWK 2005 untuk pertama kalinya bertemu dan berkumpul dalam sebuah ruangan di Gedung Arsitektur ITS. Pertemuan tersebut tidak banyak memberikan kenangan diantara kita karena tujuan acara pada saat itu adalah melakukan Psiko-Tes.
Setelah beberapa jam menajalni tes yang membosankan, akhirnya kami dipersilahkan untuk meninggalkan ruangan dan pulang ke tempat tinggal masing-masing. Tidak banyak percakapan anatara kami dan tidak ada momen yang istimewa di hari itu. Tapi sebelum kami meninngalkan ruangan kami dihadang oleh sejumlah senior berjaket hitam yang mengaku sebagai kakak kelas kami. Mereka sepertinya ingin berkenalan dengan kami semua tetapi dengan cara yang “aneh”. “Bla...bla..bla entahlah apa yang dibicarakan mereka saya tidak ambil pusing karena sudah pusing dan terkuras tenaganya selama tes tadi”. Lepas dari keanehan tersebut mereka kemudian menyuruh kami untuk memilih ketua kelas atau biasanya di kampus disebut KOMTIG. Ada 3 dari ami yang maju menjadi calon komting, Sigit, Bima dan Luqman(kumis). Dan melalui voting dari kami akhirnya si Bima menjadi komting terpilih di angkatan Kami. Setelah senior-senior tersebut meninggalkan ruangan sebagian besar dari kami pulang tanpa rasa bersalah dan tanpa ada keinginan untuk sekedar saling menyapa atau berjabat tangan.
Seperti itulah hari pertama dimana kita pertama kali bertemu dengan anggota Plano 2005. Mungkin tidak berkesan tapi disinalah perjalanan panjang kami dimulai... dan setelah hari itu akan sangat banyak muncul cerita-cerita hebat, pengalaman sedih, senang, pahit, manis diantara kami semua, Planologi ITS 2005.

pingin flash back ulang ajah..

Saat saya sedang menulis tulisan ini, saya sedang mendengarkan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Colbie Caillat berjudul Bubbly berulang-ulang kali. Coba deh, dengerin…”

Masih kental dalam ingatan saya (sekental susu manis Cap Enak), saat orang – orang menanyakan di jurusan apa saya kuliah. Setiap kali saya menyebut kata PLANOLOGI, mereka pasti akan bertanya, “ Planologi itu apa ?”, lantas saya menjawab, “Perencanaan Wilayah & Kota “. Dan, mereka akan bertanya lagi, “ Lha, hubungannya dengan Planologi itu apa ?”. “ Sama. Hanya pengistilahannya saja”, jawab saya singkat. Tak berhenti sampai disitu, beberapa diantara mereka malah dengan tega meragukan status pendidikan Planologi yang S1. “Planologi itu D3 yaa?”
Wadoow !!!!!
Mendengar kata Planologi memang sedikit awam bagi sebagian orang. Jangankan mendengarnya, berpikiran kalau jurusan macam itu ada saja juga tidak pernah. Tapi, ya maklum-lah, memang Planologi tidak setenar Mami Dewi Persik atau Papi Saiphul Jamil !
Bagi saya, ilmu Planologi tidak ada bedanya dengan ilmu petugas kecamatan, hoby survey dan hoby ngetik ! Jujur, saya merasa salah jurusan. Bukan ilmu seperti ini yang saya inginkan. Saya adalah tipikal orang yang mudah jenuh. Namun, hebatnya saya adalah saya pandai menghibur diri sendiri (red-bukan narsis). Tapi, menghibur diri sendiri toh tidak bisa datang dengan tiba-tiba, butuh proses dan analisa yang tepat (kayak studio ae..).
Namun, dari itu semua yang terpenting bagi saya adalah bagaimana saya bisa menjalani segala sesuatunya tanpa harus terus – terusan mengeluh kepada Sang Pencipta. Termasuk ketika saya merasa terjebak dengan status sebagai seorang MaBa. Status MaBa bukan status yang menjijikkan. Hanya saja, saya merasa bahwa saya tidak sebebas seperti saat saya masih SMA. Semua gerak – gerik bisa dikambing hitamkan oleh para senior. Itu membuat saya merasa sendiri. Terutama ketika saya berharap banyak dari teman – teman baru saya di Planologi. Saya yang menginginkan perubahan karena bosan dengan tingkah polah teman – teman SMA dulu berharap bisa menemukan kawan – kawan baru yang lebih mengasyikkan dari sudut pandang saya. Tapi sayangnya, di minggu pertama menjadi MaBa, saya sudah mengeluh pada kedua orangtua karena merasa tidak bisa enjoy dengan teman – teman baru dan kegiatan Ospek yang harus saya jalani. Beruntung, saya memiliki kedua orangtua yang selalu mensupport dan membesarkan hati saya. Dari situlah, saya belajar untuk memahami karakter kawan – kawan baru saya. Ibarat kain, mereka semua beraneka warna dan motif. Dan untuk itulah, saya tidak ingin mengambil satu jenis kain saja. Karena saya ingin menggabungkan semua kain itu agar bisa dijahit menjadi satu, membentuk sebuah pakaian jadi yang berharga sangat mahal karena memiliki banyak variasi (untuk kali ini saya tidak ingin warna Pink saja). Begitu juga dengan kami PL 2005. Kami adalah manusia – manusia paling berharga yang diizinkan Tuhan untuk menyatukan perbedaan.
Berbagai macam kejadian menarik saya lalui bersama kawan – kawan angkatan 2005. Mulai dari pengkaderan hari pertama saat kami di uji tentang hakekat manusia (ketika Waskitho ngobrol asyik bareng pohon), adu yel – yel dengan teknik sipil yang jelas kami kalah jumlah, hingga saat berlangsungnya Camp dimana Komting tersayang kami kehilangan atribut syal coklatnya sehingga memaksa Harto’ untuk mengarahkan pandangannya kepada I’in yang kala itu mengenakan jilbab berwarna senada. Mungkin, saking bersemangatnya ingin segera melindungi Komting dari bahan cacian para senior, tanpa disadari Harto telah menghampiri I’in sambil mengacung – acungkan sebilah parang. Kalo orang tidak tahu duduk perkaranya, mungkin Harto’ sudah dikira pelaku perampasan atau perampokan. Karena waktu itu, ekspresi Harto’ benar – benar mengerikan !!! Harto’ tak kuat membendung nafsunya untuk segera merobek – robek jilbab coklat I’in dan menyulapnya menjadi sehelai syal. Tapi untunglah, jibab itu tidak jadi dirobek dan hanya dikalungkan ke leher Komting untuk dimanipulasikan. Sedangkan I’in tetap tampil aman dengan jilbabnya yang lain. Yang kemudian jadi masalah adalah, Apa yang terjadi jika para senior tahu kalo yang dikenakan Komting bukanlah syal melainkan sebuah jilbab ?! Apakah hal itu lantas membuat para senior mengamuk dan menyuruh Komting untuk memakai jilbab tersebut sebagai hukumannya ?!! Entahlah…yang pasti, kami telah berhasil menumbuhkan sikap saling peduli.
Planologi 2005 benar – benar berarti buat saya. Berbagai pengalaman dan kesempatan saya dapatkan darinya. Misalkan saja, pengalaman saat 3x tampil bareng teman – teman band, mesti sekedar ecek – ecek namun saya pasti akan sangat merindukannya kelak. Saya bisa melihat begitu besarnya musicalitas seorang Picolo tentang menghargai makna bermusik. Genthonk yang tidak pernah gentar menunjukkan bakat bermusiknya. Dan juga Beli’ Adi yang piawai menggebuk drum sedahsyat Wong Aksan ato Gilang Ramadhan. Bagi saya, kalian semua berbakat, Guys…
Ada juga pengalaman menarik saat kami melakukan final presentation untuk mata kuliah Studio Proses. Kami yang dibagi menjadi 2 kelompok, yakni untuk wilayah Kenjeran dan Rungkut berlomba menampilkan kekompakan berbusana. Semua anggota Studio Rungkut kompak mengusung tema pakaian warna hitam. Sementara anggota Studio Kenjeran (termasuk saya di dalamnya) memilih untuk seragam memakai atasan dan bawahan bermotif batik. Kala itu, Studio Rungkut memilih rumah Meme sebagai markas besarnya, sedangkan Studio Kenjeran memilih untuk mendiami rumah Putri. Dan hal yang paling menggelitik buat saya ketika itu adalah saya menyaksikan adegan sungkem - sungkeman antara Genthonk dan Gufron yang berakting layaknya anak dan bapak sambil mengenakan atasan batik yang baru mereka coba. Teman – teman sesama Studio Kenjeran yang pernah menyaksikan kejadian tersebut mungkin bisa me-refresh kembali betapa lucunya 2 makhluk Tuhan yang satu itu.
Planologi 2005 memang unik. Beberapa orang yang ada di dalamnya bisa berubah nama dalam sekejap. Tentu saja, nama itu tidak datang dengan tiba – tiba. Misalkan saja Yogi Catuma, lantaran dia adalah yang paling tua diantara kami semua dia mendapat sebutan OM. Garika, yang sewaktu dulu kerap berseru “ Yuk, Yaa…” ketika berpamitan pulang, pada akhirnya mendapat panggilan YAYUK. Fitrah, kerap kali dipanggil BASS lantaran punya suara menggelegar yang mirip dengan suara narator test TOEFL. Begitu juga dengan saya yang memiliki panggilan sendiri. Awalnya sedikit risih tapi, lama - kelamaan terbiasa juga. Malahan, jika sekarang ada yang memanggil dengan nama asli saya, telinga saya ini seolah pangling dengan nama tersebut.
Sangat besar harapan saya jika suatu hari kelak kita mengadakan reuni, kita semua, Planologi angkatan 2005, telah menjadi manusia – manusia yang sukses baik karir, rumah tangga, maupun kehidupan rohaninya. Amien.

Kini, terasa sungguh…
Semakin engkau jauh, semakin terasa dekat…
Akan ku kembangkan kasih yang engkau tanam
Di dalam hatiku
…..” (Nuansa Bening - Vidi Aldiano)

Sumpah I Love you, I need you , I miss you …
Aku tak bisa musnahkan, engkau dari otak-ku
” (by Mahadewi)

___Riska Gomaz 05-16____

Jumat, 06 Maret 2009

PLANOLOGI , akhir dari sebuah perjalanan ( maybe death of destiny?)

Tulisan ini dibuat untuk mengimbangi tulisan karya Radhitya TP, yang saya merasa iba melihat kegigihannya dia mencoba membangun kembali kenangan masa lalu......
Planologi, tidak banyak yang bisa saya ingat di tahun2 pertama kuliah karena semuanya berjalan begitu saja terkecuali momen dimana saya menyandang gelar MABA. Gelar ini sedikit menggelikan bagi saya, namun merasa bahwa ini merupakan suatu birokrasi dan sebuah pengalaman baru, saya pun memutuskan ikut ke dalam semua kegiatannya. Ya, seperti semua maba, kegiatannya menyebalkan pada awalnya, saya harus mendengarkan senior yang berujar mengenai hakikat manusia, siapa itu mahasiswa bla...bla...bla. Hmmm, banyak rupanya hal yang mereka utarakan berbeda dengan persepsi saya selama ini, namun saya anggap sebagai suatu kebhinekaan yang harus saya hargai ( buseeeet!). Mungkin ada diantara teman-teman merasa bahwa menjadi maba itu konyol, tapi bukan masalah besar karena itu akan berarti dikemudian hari.
Saya masih ingat ketika angkatan saya berunding cukup alot apakah akan memutuskan untuk ikut Camp atau tidak. Beberapa diantara mereka menolak, namun ada yang mensupport dan meyakinkan kami semua bahwa camp itu penting untuk kelanjutan hidup di Planologi. Dan finally akhirnya kami menaiki truk TNI AL menuju ke Cuban Tarub atau Cuban Rondo saya lupa tempat Camp kami. Dan pembantaian pun terjadi, sangat menegangkan dan mencekam (yang ini terlalu berlebihan). Korban dari pihak saya adalah KTP patah di ujung sebelah kanan, menyebalkan......
Bagi saya essensi dari semua ini tidak terjadi di tahun pertama, tapi di tahun berikutnya. Andai saja tidak ada camp, mungkin kami semua tidak sedekat ini. Atau mungkin saya ga bisa ngisi acara pas anniversary hahahaha...( temen-temen musisi 2005 pasti paham).
Dan perjalanan kita akan segera berakhir kawan2 (kita semua berharap demikian ). Seperti pak rudy bilang, kita telah berada di gerbang kemerdekaan. Tapi masalahnya masih kekunci bos, kuncinya itu masih kita buat selama semester ini. Butuh perjuangan untuk membuat kunci itu, dan semua saya pertaruhkan untuk itu, apa saja...

adi-3605-055

Mukadimah

Pertama-tama saya ucapkan terimakasih pada Tuhan YME atas karunianya sehingga blog ini jadi juga....teman2 2005 silahkan posting disini

syaratnya :
  • Font 11 Arial Spasi 1,5
  • Kertas A4
  • Original konsep sendiri, bukan plagiatisme dan copy-paste
  • tidak memasukan cerita dengan unsur memperkaya percaya diri sendiri (narsis-red.)
  • peserta posting adalah mahasiswa Planologi ITS 2005